Ternologi Tutorial Edukasi Informasi

image

##https://www.gurutekno.com/##

##https://www.gurutekno.com/##

Ternologi Tutorial Edukasi Informasi

Menggunakan komputer sebagai alat pembelajaran dapat membantu siswa Anda mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Banyak sistem pendidikan modern dirancang dengan tutorial sebagai pusatnya. Dalam sebuah ceramah, instruktur biasanya mendemonstrasikan suatu topik, kemudian menjelaskannya kepada siswa. Namun, dengan penggunaan komputer, siswa dapat belajar lebih mudah dan dalam waktu yang lebih singkat. Dengan cara ini, guru dapat fokus pada kuliah mereka. Metode terbaik menggunakan komputer untuk mengajar adalah membuat tutorial sinkron.

Program komputer bisa sangat berguna untuk mempelajari mata pelajaran baru atau meninjau konsep yang telah mereka pelajari. Dapat memperkenalkan materi baru atau memperkuat konsep yang telah dikuasai siswa. Saat merancang tutorial, penting untuk mempertimbangkan tujuan yang akan Anda gunakan. Anda mungkin dapat membuat pilihan terbaik setelah Anda menentukan tujuannya. Berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika menggunakan tutorial pendidikan informasi: (a) Tujuan dari tutorial

b) Penggunaan perangkat lunak merupakan bagian penting dari mempelajari keterampilan baru. Program komputer dapat memandu pengguna dalam menggunakan perangkat lunak, dan dapat berupa interaktif atau video. Tutorial interaktif mengharuskan pengguna untuk mengikuti instruksi di layar atau menonton film instruksi singkat. Jenis tutorial ini memberikan umpan balik tentang apa yang siswa lakukan. Penggunaan webinar adalah jenis lain dari teknologi tutorial pendidikan informasi yang dapat digunakan di ruang kelas.

c) Tujuan tutorial harus jelas dan dapat dimengerti. Ini juga harus mencakup pedoman untuk menghindari kesalahpahaman atau kesalahan. Seorang siswa harus mampu mengkomunikasikan dengan jelas apa yang ingin dia capai dan bagaimana dia bisa melakukannya. Seorang siswa juga harus merasa aman dan nyaman dengan lingkungan tempat mereka belajar. Hal ini penting untuk kesejahteraan siswa. Seorang tutor harus mampu memberikan pendampingan yang memadai bagi siswa penyandang disabilitas.

b) Harus memiliki tujuan pembelajaran sendiri dan kongruen dengan isi mata kuliah. Tujuan pembelajaran tutorial harus jelas bagi siswa. Melibatkan siswa dalam pembelajaran aktif sangatlah penting. Sebuah tutorial yang sukses harus memiliki rencana pembelajaran yang jelas dan tujuan pembelajaran setiap sesi. Harus ada rencana pelajaran untuk setiap sesi tutorial. Pelajaran harus mencakup gambaran rinci tentang tujuan pembelajaran dan waktu yang dibutuhkan untuk setiap modul.

C. Tutorial harus dirancang untuk mempromosikan pembelajaran siswa. Tutor harus memahami kebutuhan peserta didik. Ini akan membantu mereka mengembangkan keterampilan mereka dan menjadi sadar akan materi pelajaran. Selain itu, tutorial harus memberikan siswa kesempatan untuk berlatih dan menerapkan konsep dan keterampilan inti. Keberhasilan siswa tergantung pada seberapa efektif tutornya. Agar berhasil, seorang tutor harus mampu berkomunikasi dengan siswa dalam media yang berbeda.

D. Sebuah tutorial yang baik harus memiliki tujuan pembelajaran. Itu harus fleksibel. Harus dapat memenuhi kebutuhan siswa. Hal ini juga harus dapat mendukung kebutuhan siswa. Misalnya, jika siswa ingin mempelajari keterampilan tertentu, mereka dapat menggunakan asisten virtual. misalnya, robot dapat membantu mereka. Meskipun komputer mungkin tidak cocok untuk setiap siswa, komputer yang Ternologi Tutorial Edukasi Informasi baik akan membuat pengalaman lebih menyenangkan.

F. Mengidentifikasi kebutuhan siswa. Pastikan bahwa siswa menyadari materi kursus dan harapan. Tutor harus bisa memberikan bantuan bagi yang belum bisa memahami tutorial. Mereka juga harus memiliki rencana untuk sesi berikutnya. Jika ada tutorial yang menggunakan komputer, harus interaktif. Mereka harus memiliki rencana pelajaran yang jelas untuk setiap sesi. Ini akan memastikan bahwa tutorial adalah alat pembelajaran yang berharga.

D. Menetapkan pedoman. Tutorial harus memiliki tujuan pembelajaran tersendiri. Tujuan ini harus selaras dengan sisa kursus. Harus jelas bagi siswa apa yang harus mereka lakukan dan apa yang mereka harapkan dari kelas. Tutorial seharusnya tidak hanya tentang "materi penutup". Sebaliknya, itu harus mendorong pembelajaran aktif dan memberi siswa kesempatan untuk menerapkan konsep dan keterampilan inti. Ketika seorang siswa terlibat secara aktif, mereka akan lebih cenderung mengingat informasi dan tertarik pada kursus.